Sejarah Tifa, Alat Musik Asal Indonesia Timur


Indonesia terkenal dengan warisan budaya yang sangat banyak dan beragam. Salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan itu adalah alat musik tifa dan ayat seribu dinar.

Tifa merupakan alat musik yang berasal dari Indonesia Timur, tepatnya dari Maluku dan Papua. Bagi masyarakat Papua, tifa adalah simbol identitas dan kebanggaan. Selain itu, tifa merupakan simbol persatuan, kearifan lokal, dan kerukunan.

Tifa biasa dimainkan dalam upacara-upacara besar dan peringatan tertentu. Alat musik ini juga dimainkan untuk mengiringi tari gatsi, afaitaneng, aluyen, aniri, antoroni, dan tarian tradisional lainnya.

Sejarah Alat Musik Tifa

Terdapat beberapa persepsi mengenai sejarah alat musik Tifa. Tetapi yang terkenal bagi masyarakat papua adalah tifa dari daerah Biak. Masyarakat pedalaman mayoritas tentunya masi erat dengan cerita-cerita mitos yang ada. Konon di suatu daerah di Biak hidup dua bersaudara laki-laki yang bernama Fraimun dan Sarenbeyar.

Nama mereka pun memiliki arti yang membuat mereka sangat dekat, Fraimun yang atinya perangkat perang yang gagangnya dapat membunuh. Sedangkan Saren artinya busur sedangkan Beyar adalah tari busur yang bermakna anak panah yang terpasang pada busur.

Kedua Kakak Adik ini pergi dari desanya Maryendi karena desanya sudah tenggelam. Mereka berpetualang dan menemukan daerah Wampember yang berada di Biak Utara serta menetap di sana. Ketika mereka sedang berburu di malam hari, mereka menemukan pohon opsur. Opsur sendiri artinya adalah pohon atau kayu yang mengeluarkan suara di tengah hutan. Entah karena apa keesokan harinya mereka kembali ke pohon tersebut lalu menebangnya.

Setelah pohon tersebut tumbang, mereka melubangi bagian tengahnya sehingga berbentuk seperti pipa. Kemudian mereka menangkap soa-soa dengan memanggilnya menggunakan bahasa biar “Hei, napiri Bo.” Hingga soa-soa itu akhirnya mengerti dan menyerahkan diri. Frainum dan Sarenbayer menguliti soa-soa tersebut dan kulitnya dikeringkan lalu digunakan untuk menutupi ujung dari kayu tersebut. Alat ini kemudian dikenal sebagai alat musik tifa.

Fungsi Alat Musik Tifa

Tifa adalah alat musik ritmis yang sangat menentukan untuk menghasilkan bunyi tetabuhan yang bisa membuat suasana ritual menjadi lebih hikmat.Alat musik tifa biasanya menjadi bunyi pendukung dari alat musik yang lain atau dikenal sebagai musik pengiring saja. Dengan tambahan alat musik ini, maka suara yang dihasilkan akan lebih indah didengar.

Tifa juga menjadi alat musik wajib dalam setiap upacara adat atau ritual yang diselenggarakan oleh masyarakat Papua dan Maluku. Jenis tifa yang digunakan harus disesuaikan dengan tarian dan lagu di dalam ritual, sebab bunyi yang dihasilkan akan mempengaruhi gerakan tarinya.

Penabuh tifa dan alat musik lainnya dalam upacara adat hanya boleh dilakukan oleh para laki-laki dewasa. Ini karena mereka dianggap sebagai sosok pemimpin yang kuat dan pantas memainkan musik ritual.

Tidak semua orang boleh memainkan tifa dalam ritual, ada serangkaian prosedur yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin dari tetua adat maupun masyarakat sekitar. Hingga kini, para perempuan adat masih dilarang memainkan alat musik ini. Aturan memainkan tifa dalam ritual juga sudah berlaku secara turun temurun dan terus dijaga. Tifa juga menjadi alat musik yang wajib dimainkan saat seseorang hamil, melahirkan, saat anak beranjak dewasa, dan saat seorang meninggal dunia.

Dalam perkembangannya, berbagai kreasi dalam memainkan alat musik tifa juga sering dilakukan dalam berbagai pertunjukan. Hal ini dilakukan agar tifa bisa semakin menarik. Terbukti tifa tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga sudah terkenal ke mancanegara.

Demikian penjelasan tentang alat musik tifa, semoga bermanfaat.